Over birahi (OB) adalah salah satu masalah paling umum dalam perawatan burung kicau. Burung terlihat aktif dan agresif, tapi justru tidak mau bunyi maksimal.

Artikel ini membahas penyebab burung over birahi serta cara menormalkannya dengan aman.
🔥 Apa Itu Over Birahi?
Over birahi adalah kondisi saat birahi burung terlalu tinggi sehingga:
- Emosi naik
- Sulit dikendalikan
- Bunyi tidak stabil
⚠️ Tanda-Tanda Burung Over Birahi
Burung OB biasanya menunjukkan:
- Lompat-lompat berlebihan
- Nabrak sangkar
- Agresif pada burung lain
- Bunyi pendek dan kasar
- Sering menaikkan ekor
❌ Penyebab Burung Over Birahi
️⃣ EF Terlalu Berlebihan
- Terlalu banyak jangkrik
- Kroto terlalu sering
- Ulat hongkong berlebihan
2️⃣ Penjemuran Terlalu Lama
- Terlalu sering jemur
- Dijemur terlalu panas
3️⃣ Kurang Aktivitas & Istirahat
- Burung jarang dikeluarkan
- Jam tidur terganggu
4️⃣ Lingkungan Tidak Stabil
- Sering dipindah tempat
- Terlalu sering lihat burung lain
🔧 Cara Menormalkan Burung Over Birahi
✅ Kurangi EF Panas
- Kurangi jangkrik
- Stop kroto sementara
- Hindari ulat hongkong
✅ Kurangi Durasi Jemur
- Jemur singkat
- Hindari matahari terik
✅ Perbanyak Istirahat
- Kerodong lebih awal
- Tempatkan di lokasi tenang
✅ Mandikan Lebih Rutin (Pagi)
Mandi pagi membantu menurunkan birahi secara alami.
❌ Kesalahan Fatal Saat Burung OB
- Menambah EF agar mau bunyi
- Memaksakan lomba
- Terus memaster
⏱️ Berapa Lama Burung Kembali Normal?
Jika perawatan tepat:
- 3–7 hari mulai stabil
- 1–2 minggu kembali normal
🔍 Kesimpulan
Over birahi bukan tanda burung siap lomba.
Dengan penanganan yang tepat, burung bisa kembali:
✔ Stabil
✔ Fokus
✔ Rajin bunyi